Analisa Risiko dan Imbal Hasil Saham-Saham Sektor Telekomunikasi Dibanding Saham LQ 45 Di Bursa Efek Jakarta (BEJ)

Analisa Risiko dan Imbal Hasil Saham-Saham Sektor Telekomunikasi Dibanding  Saham LQ 45 Di Bursa Efek Jakarta (BEJ) - Dalam investasi, investor terlebih dahulu harus melakukan analisis risiko dan imbal hasil guna mengukur kinerja saham yang dapat dilakukan dengan berbagai metode.

Analisis Pengaruh Earning Per Share dan Dividend Payout Ratio terhadap Harga Saham pada Perusahaan Telekomunikasi Di BEJ Periode 2001-2005

Analisis Pengaruh Earning Per Share dan Dividend Payout Ratio terhadap Harga Saham pada Perusahaan Telekomunikasi Di BEJ Periode 2001-2005 - Nilai dari perusahaan dapat tercemin oleh harga saham perusahaan. Fluktuasi dari harga saham pada perusahaan telekomunikasi yang telah terdaftar di BEJ dapat terlihat jelas dan dipengaruhi oleh banyak factor, diantaranya dipengaruhi oleh Earning APer Share (EPS) dan Dividend Payout Ratio (DPR) perusahaan.



Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah EPS dan DPR berpengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham pada perusahaan telekomunikasi di BEJ baik secara parsial maupun simultan.
Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi berganda dengan satu variable terikat (perubahan harga saham) dan dua varaibel bebas (EPS) dan DPR), sedangkan uji F dan uji t digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Earning Per Share dan Dividend Payout Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham perusahaan telekomunikasi di Bursa Efek Jakarta baik secara parsial maupun simultan. Artinya, tidak ada jaminan perusahaan yang memiliki EPS dan DPR yang tinggi maka harga sahamnya akan naik karena ada banyak factor yang mempengaruhi perubahan harga saham missal factor inflasi, kondisi politik, kondisi ekonomi maupun tingkat suku bunga.
Investor hendaknya lebih bersifat rasional dalam memutuskan untuk membeli saham suatu perusahaan tidak hanya melihat EPS dan DPR perusahaan yang tinggi saja tetapi perhatikan juga factor lain karena investor dihadapkan pada risiko yang tinggi.


Oleh Hera Septiana
Nomor Klasfikasi : 332.607    Sep    a    2007

Analisis Kinerja Keuangan pada PT. Unilever Indonesia, TBK

Analisis Kinerja Keuangan pada PT. Unilever Indonesia, TBK - Analisis kinerja keungan digunakan untuk menilai tingkat efisiensi dan produktivitas perusahaan di bidang keuangan sehingga prestasi keungan yang dicapai perusahaan dapat diketahui.

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui kinerja keuangan PT. Unilever Indonesia, Tbk selama lima tahun terakhir (2002-2006) dan 2) mengetahui tingkat perubahan posisi keuangan PT. Unilever Indonesia, Tbk dilihat dari hasil analisis perbandingan common size dan trend selama lima tahun terakhir (2002-2006).

Rasio-rasio keuangan yang digunakan untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan terdiri dari rasio likuiditas (current ratio, quick ratio, cash ratio dan working capital to total assests ratio), rasio leberage (total debt to total assets ratio, total debt to equity ratio, dan long term debt to equity ratio), rasio profitabilitas (net profit margin, return on eguity dan return on investment) dan rasio aktivitas (total asset turnover ratio, reseivable turnover, inventoryu= turnover dan working capital turnover ratio). Selain itu, analisis common size dan analisis trend juga digunakan untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan.

Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio likuiditas cenderung menurun pada PT. Unilever Indonesia, Tbk selama lima tahun terakhir (2002-2006). Sebaliknya, rasio leverage, rasio profitabilitas dan rasio aktivitas cenderung meningkat pada PT. Unilever Indonesia. Tbk selama lima tahun terakhir (2002-2006).

Oleh Neni Anggraini
Nomor Klasifikasi : 658.150 7  Ang  a  2007

Analisis Komparatif Camel PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan Dan PT Bank Pembangunan Daerah Lampung

Analisis Komparatif Camel PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan Dan PT Bank Pembangunan Daerah Lampung - Sebagai masyarakat yang kehidupannya tidak terlepas dari kegiatan perekonomian, tentu bank sebagai lembaga keuangan sangatlah berperan penting. Dalam melakukan semua kegiatan perekonomian tersebut, masyarakat akan lebih memilih untuk melakukannya di dalam lembaga keuangan (bank) yang sehat sehingga bank tersebut dapat lebih menjamin segala bentuk transaksi atau kegiatan perekonomian masyarakat sebagai nasbahnya. Untuk mengetahui apakah bank berada dalam kondisi yang sehat atau tidak sehat dapat dinilai melalui system penilaian tingkat kesehatan bank.

Tingkat kesehatan bank adalah hasil penilain kualitatif atas berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kondisi atau kinerja suatu bank melalui penilaian kuantitatif dan atau penilaian kualitatif terhadap factor-faktor permodalan, kualitaa asset, manajemen, rentabilitas, dan liuiditas. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesehatan bank tersebut lebih dikenal dengan nama CAMEL (Capital, Assets. Management, Earning, and Luquidity).


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi kinerja dari PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan PT. Bank Pembangunan Daerah Lampung dengan menggunakan pendekatan atau analisis CAMEL periode 2003-2006.

Skripsi ini menggunakan data sekunder yang diperoleh langsung dari masing-masing bank. Data diperoleh tersebut berupa neraca, laporan rugi laba, laporan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR), serta data sekunder eksteranal lainnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode tahun 2003-2006 kinerja keuangan pada PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan. Hal tersebut dapat dilihat melalui angka rata-rata jumlah scorenya. Angka tersebut menggambarkan bagaimana rata-rata kinerja bank yang bersangkutan terutama kinerja yang berkaitan dengan tingkat kesehatannya atau dengan kata lain, angka tersebut akan mencerminkan sehat atau tidak sehatnya suatu bank sesuai dengan tingkat yang telah mencerminkan sehat atau tidak sehatnya suatu bank sesuai dengan tingkat yang telah ditetapkan oleh BI. Selama periode 2003-2006, rata-rata jumlah score terbesar diraih oleh Bank Lampung sebesar 93,2 sedangkan pada Bank Sumsel hanya sebesar 91,43. Maka, bank yang lebih potensial untuk dikatakan sehat adalah Bank Lampung.

Sehungungan dengan hal tersebut penulis menyarankan agar manajemen Bank Sumsel harus segera melakukan suatu tindakan strategi untuk memperbaiki kinerja ban di masa yang akan datang.



Nomor Klasifikasi : 658.151 07 Dam a 2007
Oleh : Agnes Carolina Damanik

 

Pengaruh Stress Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Tenaga Penjualan PT Bayer Indonesia Cabang Palembang

Pengaruh Stress Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Tenaga Penjualan PT Bayer Indonesia Cabang Palembang - Tenaga kerja merupakan salah satu asset perusahaan yang paling utama, oleh karena itu perlu dibina secara baik. Stress pada karyawan sebagai salah satu akibat dari bekerja perlu dikondisikan pada posisi yang tepat agar kinerja mereka juga pada posisi yang diharapkan. Kebanyakan kita sadar bahwa stress karyawan semakin merupakan masalah dalam organisasi. Stress tidak dengan sendirinya harus buruk walaupun stress lazimnya dibahas dalam konteks negatif. Stress juga mempunyai nilai positif. Dari titik pandang organisasi, manajemen mungkin tidak peduli bila karyawan mengalami tingkat stress yang rendah sampai sedang. Alasannya adalah bahwa tingkat semacam itu dapat bersifat fungsional dan mendorong ke kinerja karyawan yang lebih tinggi. Tetapi tingkat stress yang tinggi atau bahkan tingkat rendah tetapi berkepanjangan, dapat mendorong ke kinerja karyawan yang menurun karenanya menentutu tindakan dari manajemen.



Penelitian ini berusaha mengungkapkan bagaimana stress kerja yang dihadapi karyawan tenaga penjualan PT. Bayer Indonesia Cabang Palembang dan akibat yang ditimbulkan oleh stress kerja terhadap kinerja karyawan.

Penelitian dilakukan bulan Agustus 2007 samapi dengan Oktober 2007 dengan mengumpulkan data sekunder maupun data primer. Untuk data primer dikhususkan hanya pada tenaga penjualan salesman dan SPG. Selanjutnya hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan model regresi sederhanan (SPSS).

Dari analisis yang dilakukan diperoleh hasil bahwa stress kerja yang dialami karyawan mempunyai pengaruh yang positif terhadap kinerja karyawan tetapi pengaruh tersebut tidak terlalu besar, dan pada akhirnya berpengaruh pada kinerja perusahaan yang meningkat.

Nomor Klasifikasi : 658.81 Agu p 2007
Oleh : Piping Agustina